Minggu, 31 Mei 2009

Wind of Time - 1

Disebuah kota kecil di pulau yang sangat luas, hidup seorang anak perempuan berumur 13 tahun. Gadis yang biasanya dipanggil Reta, memiliki masa lalu yang sangat kelam dimana dia tidak punya teman yang benar – benar teman. Banyak orang yang memanfaatkan dan menjelek-jelekkannya. Dia sangat pendiam, dan tidak dapat menentukan pilihannya sendiri. Dia sangat mudah percaya pada orang lain, dan merasa dirinya paling bodoh karena tertutup dari dunia luar dan tidak tahu apa - apa.

14 Juli 2009, pk 13.30, di sekolah.

Reta duduk terdiam di kursi lorong sekolahnya. Hari ini adalah hari pertama dia masuk sekolah sebagai murid kelas 3 SMP. Bel pulang sekolah sudah berbunyi dari pk 12.30, jadi sekarang dia sendirian di sekolah.

“Aduh mama kemana, sih ? Kok ga dateng – dateng, ya…?” dia mondar – mandir di lorong sekolah saat handphone nya tiba – tiba bergetar.
Private number. Reta lalu mengangkatnya dengan perasaan agak takut.

“Halo”, Reta berusaha menguatkan hatinya
“Selamat siang”, terdengar suara cowok yang lembut dan terkesan ramah tapi tidak gombal. Jadi gimanaaaa gitu. Susah deh jelasinnya.
“Selamat siang, maaf, Anda siapa dan ada keperluan apa menelpon saya?”
“Hmm.. Kamu Reta, kan? Formal banget ngomongnya, santai aja lagi”
“Iya. Kok kamu tahu nama saya? Lalu kamu mau apa telpon saya?” nada Reta terkesan seperti mengintrogasi.
“Cuma mau kasih sesuatu. Ke lapangan sekarang, ya” sambungan pun terputus.
“Halo? Halo? Kok dimatiin, sih?”, Reta agak ketakutan, tapi ada perasaan aneh yang menyelimuti dirinya. Rasa penasaran dan ingin tahu. Dia akhirnya berlari ke lapangan.
Disana ada seorang cowok yang berdiri di tengah lapangan memakai baju putih - putih. Reta menghampirinya.

Cowok itu tersenyum lalu berjabat tangan dengan Reta. Reta tesenyum, kepalanya agak menunduk. Nih cowok cakep banget, batinnya.

“Nih”, cowok itu memberikan sekuntum bunga melati, “ditanam, ya, jangan sampai mati”
Reta memandang si cowok yang senyumnya bawa kedamaian, lalu memerhatikan bunga melati tersebut.. Tiba – tiba dia teringat masa lalunya yang sangat menyedihkan. Saat anak – anak mambencinya tanpa ia ketahui alasannya, saat ia dilabrak saudara temannya di SD dulu, saat ia dimanfaatkan teman – temannya, saat dia di khianati, saat dia bertengkar dengan temannya, saat dia mengorbankan hatinya agar seseorang bisa bahagia………. Sungguh dia merasa semua kejadian itu adalah salahnya.
Semuanya terasa sangat menyakitkan hingga Reta jatuh berlutut dihadapan sang cowok misterius tersebut.
Air matanya hampir tumpah. Cowok yang misterius itu mengibaskan tangan didepan wajahnya dan angin berhembus perlahan membawa kedamaian. Anehnya rasa sakit dan sedih itu lenyap bersama sang cowok misterius.

“Reta… Sedang apa kamu disana? Ayo pulang, maaf mama telat jemputnya.” Mama Reta memanggil dari pinggir lapangan. Matanya melirik tangan Reta yang memegang sekuntum bunga melati, “Itu dari siapa?”
“Nemu di lapangan, masih bagus, Ma, sayang kalau dibuang. Tanam dirumah aja ya, Ma, boleh, kan?” jawab Reta. Bohong sedikit gapapa lah, soalnya kasihan juga bunga ini.
“Boleh kok, ya sudah sekarang kita pulang”

Reta melangkahkan kaki keluar dari gerbang sekolahnya sambil memegang bunga melati dan membawa sebuah pertanyaan.

Siapa, sih, dia ? Hati Reta penuh tanya.

Sabtu, 23 Mei 2009

Masa Lalu Untuk Masa Depan

Hmm..
Masa lalu membuat pikiran saya berubah..
Tadinya saya bercita2 ke arah musik, tapi saya teringat sesuatu yg membuat saya ingin menjadi psikolog..
Dari waktu saya masih TK sampai sekarang.. Perubahannya luar biasa..
Saya ingin membantu orang2 yg punya masalah dan berpikir kritis dalam setiap pemecahan nya tanpa menggunakan emosi..

Dulu saya ga berani sendiri, pemalu, dan pendiam..
Waktu TK teman2 suka mengejek2 saya sampai saya nangis terus dan ga mau sekolah.
Sampai ke SD pun saya jd pendiam dan pemurung ..
Saat menginjak kelas 5 SD, saya akhirnya merasakan sesuatu yg berbeda namun pasti akan dialami orang2..
Saya menjadi sangat agresif dan mengungkapkan perasaan dgn berlebihan dan sangat terbuka..
Dan saya melakukannya juga diskul karna saya pikir itw wajar2 aja..
(Kalau kalian jadi teman seangkatan saya saat itu mungkin kesannya saya itw ga tau malu dan murahan..)

Dulu saya cerita ma nyokap n temennya, namun sejak mama komentar (beliau bilang, 'biasa aja, ga usah sampai kaya gitu' dgn nada yg ya... Sebenernya rada ngeselin) jujur saya jadi tersinggung dan ga mau cerita2 lagi ma nyokap.
Dan sering sampai sekarang, kalau nyokp ngliat saya senyum2 atau jadi diam ga jelas trus nanya ada apa, paling saya cuma bilang, 'ga ada apa2 kok, ma' 'ngga kok, ma, td lucu aja nonton extravaganza' 'tadi abis nonton film sedih,ma' dan alesan2 lain yg dimasuk2 akalin..

Makanya setiap saya ada masalah, saya selalu diam dan kadang merasa terbebani.
Saya ga punya tempat cerita, walaupun ada tapi saya tidak bisa cerita pada orang itu..
Hingga pada saat ortu saya tau masalahnya, ya jadi begitulah...........

Memasuki jenjang SMP, ada beberapa teman yg percaya pd saya, lalu mereka menceritakan masalah mereka. saya mencoba memberikan solusi terbaik pada mereka..

Kemudian ada suatu kejadian yg membuat hubungan saya dan beberapa sahabat saya menjadi renggang..
Kejadian itu membawa emosi saya dan membuat saya kesal pada 2 sahabat saya.
Saat itu saya butuh teman, tapi tidak ada sementara kejadian tersebut membuat saya semakin gusar.
Akhirnya saya cerita pada guru BP..
Dan ada beberapa yg sarannya berguna dan saya ingat hingga sekarang...

Kalau setiap kali saya ingat betapa bodohnya saya 2 tahun terakhir di SD.. Wew uda bener2 kayak ga tau malu, ga punya sopan santun, tata krama, murahan, dan seperti CEWEK GA BENER..
Parah abis dhe..
Ga ada yg kasih tau bagaimana harus bersikap.. Teman2 mungkin sudah men-cap saya cewek ga bener yg murahan..

Makanya saya ingin menjadi psikolog..
Saya pingin banget memberikan penyuluhan dan membantu masalah orang lain sebelum mereka menjadi salah arah..
Seperti saya dulu..

"masa lalu dan masa kini adalah buah pikiran untuk masa depan yang lebih baik"
=]

Senin, 11 Mei 2009

Aku Cinta Dia

Di saat kau berjalan
Di muka rumahku, penuh gaya
Tersita pandanganku..
Hingga ku terpesona

Siapakah dirimu..
Hatiku ingin tahu...
Segera....

Reff:
Hati yang berbunga
Pada pandangan pertama
Oh Tuhan tolonglah
Aku cinta, ku cinta dia......

Di manakah rumahmu
Siapakah namamu, sebutkanlah
Kuingin berkenalan..
Terimalah salamku

Gayamu dan wajahmu, terbawa dalam mimpi
Diriku, dimabuk asmara.. =]

dadidadidadam...
dadidadidadam..
dadidadidadam paramm param..

wkakwkawkaw...
Saya lagi demen banget ama lagu yang dinyanyiin Gita Gutawa ini..
Ampe jingkrak jingkrak ga jelas waktu didengerin...

peace yaaa. =]

Sifat - Sifat Warna

Berbagai sifat - sifat warna ini dulu pernah disuruh salin ama papa saya.. Tapi lupa dari buku apa.. Hehe.. Semoga bermanfaat, terutama yang mau ngecat rumah atau sekolah.. hueheheheheh

Merah : warna yang menarik dan emotif dianggap lebih mengganggu bagi mereka yang sedang dalam keadaan tegang dan lebih menyenangkan bagi mereka yang sedang dalam keadaan tenang. Memacu kelenjar dibawah otak dan kelenjar adrenal serta melepaskan achacalin. Dapat meningkatkan tekanan darah dan pernafasan sertamerangsang selera makan dan indra penciuman.

Kuning : merupakan warna pertama yang dikenali otak. Diasosiasikan dengan stress, kewaspadaan, dan kecemasan namun merangsang optimisme, harapan dan keseimbangan secara keseluruhan. Sangat baik digunakan di dalam kelas.

Jingga : memiliki karakteristik antara merah dan kuning. Merupakan salah satu warna terbaik untuk pembelajaran.

Warna – warna terang : meningkatkan energi dan kreatifitas. Warna – warna ini juga dapat menimbulkan perilaku agresif.

Biru : merupakan warna yang paling menyenangkan. Warna ini menenangkan orang – orang yang tegang dan meningkatkan perasaan jemu. Ketika Anda melihat warna biru otak anda melepaskan 11 menotranskuler yang menenangkan tubuh dan dapat berakibat pada pemanasan suhu tubuh, keringat, dan selera makan.

Hijau : warna yang menyenangkan. Respon terhadap warna ini adalah peningkatan level vitamin darah yang mengakibatkan berkurangnya kepekaan terhadap alergi makanan. Antigen dirangsang untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh.

Coklat : menumbuhkan perasaan rileks, aman, dan mengurangi keletihan.

Warna – warna gelap : mengurangi stress dan meningkatkan perasaan damai.

Abu – abu : warna yang paling netral.

Perempuan Dipilih, Bukan Memilih

Tadi siang saya dinasehatin papa saya tentang cowok..
Hehe.. Nasihat itu sudah saya dengarkan berkali – kali sih.
Jadi mau sharing aja. Hehe.

Beliau bilang, perempuan itu harus memilih, bukan dipilih.
Tadinya saya pikir itu pilih – pilihan caleg..
Ternyata bukan.. wkwkkwkw..

Papa menjelaskan pada saya mengenai hal itu.
Katanya kalau perempuan tidak memilih.
Tetapi dialah yang dipilih oleh lelaki sebagai pasangannya.

Kenapa perempuan tidak memilih ?
Kan sekarang uda jaman emansipasi wanita..
Toh sekarang banyak perempuan yang menyatakan perasaannya pada lelaki.
Kenapa ? Kenapa ?

Karena kalau dia memilih lelaki yang dia sukai, belum tentu lelaki itu menyukai dia.
Dan apabila lelaki itu tidak menyukai dia, nantinya si perempuan bakal ditinggalin..
Dicampakin. Bahkan bisa dimanfaatin. Kasihan juga..
Jadi walaupun perempuan menyukai seorang laki – laki, dia sebaiknya tidak terlalu agresif…
Selain itu juga untuk menjaga harga diri si perempuan agar tidak mudah diremehkan oleh laki – laki lain.

Apabila ada yang lelaki nembak, beliau berkata, sebaiknya jangan langsung diterima.
Mungkin kecuali kalau perempuan itu sudah kenal baik dengan si lelaki.
Dan sang perempuan merasa si lelaki ini adalah pria yang baik untuk menjadi pasangannya.
Saya cermati setiap kata – kata papa saya, dan saya rasa memang ada benarnya..

Lalu beliau juga menambahkan.
Perempuan harus sangat berhati – hati dalam pergaulan.
Mereka harus menjaga kesucian dan harga dirinya.

Kalau ada laki – laki yang mau ngajak ke hotel, jangan pernah penuhi ajakan dia.
Apalagi diajak masuk ke kamar.
Dan juga apabila hendak diajak ke tempat yang tidak jelas.
Itu bahaya banget. Udah ketahuan tuh orang ga bener..

Yah kira – kira begitulah. . .
Dimana – mana cowok duluan yang nembak cewek.
Kalau mau menikah juga pihak cowok duluan yang melamar..

Sekian aja…
:D

Konsentrasi !

Kalau lagi deadline tugas atau pekerjaan, pasti jadi rada panik.
Adrenalin jadi meningkat..
Apalagi kalau ada adik yang ributnya luar biasa..
Bisa jadi emosi karena berisik, tugas juga bisa ga kelar – kelar..
Sementara besok mesti dikumpul ke guru..
Nah loh.. Gimana dong ?

Saya dapet inspirasi membuat postingan ini dari temen – temen sekelas saya.
Tadi saat pelajaran biologi, kami diberi tugas membuat tiga laporan.
Tugas – tugas itu harus selesai dalam dua jam pelajaran.
Guru nya kemudian keluar dari kelas karena mau ngawas anak kelas 3 yang lagi ujian.

Setelah sebagian anak sudah selesai mengerjakan tugas, mereka ngobrol – ngobrol.
Ada juga yang bercanda dan ketawa – ketawa sehingga yang belum selesai merasa terganggu.
Kemudian kawan – kawan sekelas saya yang belum selesai mengerjakan tugas jadi kesel dan protes sama anak – anak yang ketawa – ketawa itu.
Yah biasalah. Ujung – ujungnya perang mulut, deh..
Salah satu temen saya bilang kaya gini,
“ Sumpah ga enak banget belajar kalo ribut kaya gini.”

Saat saya dengar kata – kata dia tadi, saya jadi inget Joe Sandy.
Saya inget penampilan dia saat final The Master..
Di studio dia menjawab TTS lalu berlari ke luar studio untuk menyelesaikan puzzle.
Dan begitu terus, lari bolak balik dari studio keluar studio lalu ke studio lagi.
Di studio Joe harus berpikir untuk menjawab TTS.
Dan diluar dia harus menyelesaikan puzzle.
Belum lagi di studio maupun diluar studio hiruk pikuk para penonton ga karu – karuan.
Tentu saja dibutuhkan konsentrasi yang luar biasa.
Dan saya sangat kagum sama Joe Sandy karena dia bisa menyelesaikan hal itu dengan sukses walaupun dalam keadaan capek dan adrenalin tinggi.
Keren abiiiiiiiiiiiis dhe. Hehhehhehe…

Bayangin aja..
Harus berkonsentrasi saat uda capek lari – lari.
Belum lagi sambil mendengar suara para penonton yang menyemangati.
Luar biasa…
Pantas saja dia diangkat menjadi The Master.

Dari Joe Sandy saya menjadi tahu..
Sesulit apapun keadaan, seburuk maupun seberisik apapun keadaan sekitar kita, walaupun kita sedang dalam perasaan sedih dan tertekan…Dengan konsentrasi dan fokus pada pekerjaan tersebut..
Pekerjaan itu dapat selesai dengan sukses.

Jadi untuk kalian, temen – temen atau siapapun yang baca postingan ini..
Jangan mudah terbawa emosi kalau sedang belajar ada yang ribut..
Dan juga jangan dibalas dengan teriakan..
Bisa tambah berisik nantinya..

Tetap konsentrasi ! =]