Minggu, 22 Maret 2009

Tentang aku, kamu, dan bunga mawar

Terima Kasih
Karena kau telah hadir di kehidupanku
Menaburkan benih - benih harapan
Yang menciptakan rasa bahagia
Walaupun hanya sesaat

Terima kasih
Tlah kau berikan senyum kehangatan
Ditengah dinginnya kehampaan hati
Mungkin senyummu itu takkan bisa hilang

Terima kasih
Kau kuatkan aku
Kau temani aku
Melewati detik - detik yang gelap
Menuntunku, menjadi setitik cahaya

Terima kasih
Kau korbankan dirimu
Waktumu sebagian kau berikan untukku
Untuk menemaniku disaat ku kesepian

Setiap hari dan detik terus berlalu
Tanpa sadar benih - benih itu telah tumbuh
Melihat keindahan disetiap detiknya
Yang sulit diungkapkan dengan kata - kata

Kebaikanmu selama ini
Telah menyiram benih - benih di musim panas
Memberikan kesejukan
Dan hawa kebahagiaan yang dirahasiakan

Kini tanaman ini tumbuh
Tumbuh karena rasa bahagia dan kasih sayang
Walau masih kecil dan tak tahu apa2
Tetapi ia tegar menghadapi
Dinginnya musim gugur

Sekarang ku tahu dan kurasa
Hatimu kan berlalu dan ku kan terlupakan
Karena dia..
Mawar merah yang indah..
Yang akan menghiasi senyummu setiap waktu

Namun disaat kau bingung
Untuk menyentuh sang mawar
Tenang saja, aku ada disini
Kan kubuat dua hati menjadi satu

Saat kucoba mendekati sang mawar
Aku merasakan sakit, entah mengapa bisa
Bukan karena duri - durinya yg menusuk
Tetapi karena ku dengar rintihan relung hati
Ia menangis dan tangisnya tak berhenti
Disaat melawan badai musim dingin

Oh tidak !
Bunga - bunga itu terbang !
Terbongkarlah rahasiaku yg memeliharanya
Yg menjaga dan merawatny
Walaupun tanpa kasihmu

Ia berusaha untuk tegar
Seperti karang yang diterjang lautan
Melihat sang mawar mendapat
Kasihmu dimusim semi

Hanya dendam, amarah, dan kesedihan yg tersisa
Tahukah kamu ?
Aku berjuang untuk bunga ini
Namun mengapa dia yg menuai buahnya

Tahukah kamu?
Sakit yg lama kurasakan
Dosa yg tertimbun karna berbohong
Pada perasaanku sendiri

Walaupun ini juga salahku
Bunga - bunga itu terbang
Kau tahu dan kini kau jadi jauh

Berkali - kali ku mencoba
Kemanapun aku mencari
Tapi tidak ada penawar rasa sakitnya

Dua purnama tlah berlalu
Dan aku sudah pasrah
Aku sudah lelah
Melihatmu dan mawar merahmu

Andai kau tahu
Penyesalanku
Rasa sakitku
Yg membekas hingga kini...

Hanya tersisa rindu
Di musim semi
Kita bertemu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar