Jumat, 07 Agustus 2009

Wind of Time - 23

Jantung Reta berdetak begitu cepat. Rifko sendiri hampir salah tingkah.
Ia berpikir dan putar otak sebelum memulai pembicaraan.
“Hmm.. Loe uda merasa lebih baik ?”
“Ya begitulah…”, jeda beberapa detik.
“Emm… Makasih ya udah bawa aku kesini.. Kalo ga ada kamu mungkin aku udah kritis sekarang…”
“No problem.. Buat Tuan Putri yang cantik, apapun akan kulakukan..”
Wajah Reta memerah. Hatinya berbunga – bunga.
Tapi Ia tetap berpikir bahwa kata – kata Rifko tadi hanyalah lelucon belaka.

“Tuan Putri yang cantik? Hahahahaha…. Jayus sekali…”
Mereka tertawa bersama, padahal sama sekali tidak ada yang lucu.

Tiba – tiba pintu diketuk, dan keanehan terjadi. Angin berhembus perlahan saat pintu terbuka.
Seorang gadis yang sangat cantik masuk ke dalam ruangan.
Ia berjalan mendekati Rifko.

“Rifko… Aku tadi ke rumahmu, dan kata kakak kamu, kamu lagi disini..”
Reta menatap Rifko dan gadis itu bergantian.
Siapa ni cewek ? tanya Reta dalam hati.

“Oh ya Reta, kenalin , ini Karina.. Karin, ini Reta..”
Reta dan Karina berjabat tangan. Karina terseyum,
“Salam kenal dan semoga cepat sembuh..”
“Salam kenal juga dan terima kasih banyak.”

Karina menggenggam tangan Rifko,
“Hari ini jadi jalan, kan ?”, suara Karin terdengar sangat lembut.
“Pasti dong..”, Rifko hanya tersenyum tipis.

Reta menatap Rifko dan Karina bergantian. Nampaknya ada sesuatu diantara mereka.

“Emm.. Reta, gue pergi dulu , ya… Semoga cepat sembuh..”
“Oke.. Terima kasih banyak sudah datang..”, Reta berusaha tersenyum.
Rifko dan Karina berjalan keluar kamar. Mereka berjalan bersisian.

Reta setengah bengong menatap pintu itu.
Ia merasa ada yang hilang, sekaligus menerima suatu beban.
Beban yang memberatkan hatinya, yang tidak dapat dijelaskan dengan kata - kata.
Mungkin bisa dijelaskan dengan air mata, yang sudah lama tak mengalir dari pelupuk matanya.

***


Malam pun menjelang. Kedua orang tua Reta sedang membeli makanan.
Reta menatap pemandangan diluar jendela.
Hujan menyembunyikan rembulan dan petir menggelegar.
Ia selalu terpikirkan kejadian tadi siang.
“Siapa perempuan cantik itu ? Dia siapanya Rifko ? Jangan – jangan…

Sebuah ketukan membuat pikirannya terhenti.
Seseorang membuka pintu dan masuk kedalam kamar……….


~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar