Kamis, 09 Juli 2009

Wind of Time - 22

Tak lama kemudian Mama Reta datang.

“Reta… Kamu merasa lebih baik ?”
“Iya, Ma… Tapi kenapa aku bisa ada disini? Aku sakit apa?”
“Tadi siang kamu pingsan di sekolah. Tapi kamu ga kenapa – napa kok. Dokter bilang cuma kekurangan darah, lusa baru boleh pulang.”
Sang bunda tersenyum dan duduk di kursi disamping pembaringan Reta.

“Lalu sekarang Rifko kemana, Ma ?”
“Rifko sudah pulang, tadi sebelum Mama masuk kamar, dia pamit mau pulang.. Oya, dari tadi siang Rifko nemenin kamu terus, loh. Papa dan Mama ga bisa jagain kamu karena ada klien yang mau bertemu dengan Papa.”

Reta terkejut mendengarnya. Apa dia ga diomelin sama orang tuanya ?

“Dia baik sekali, ya. Dari siang sampai malam nemenin kamu.”,
Mama Reta kembali tersenyum.

Reta terdiam. Tatapan matanya tertuju pada jendela.
Sejak ada Rifko, ia melupakan sakit hatinya. Semua hal tentang Rifko ada dipikirannya.
Sandy ? Masa lalu itu sudah terlupakan.

***
Reta membuka matanya.
“Aduh mati lampu ya ? Gelap banget sih..”
Ia beranjak dari tempat tidurnya. Tangannya meraba benda – benda disekelilingnya.
Akhirnya ia menemukan gagang pintu, namun ia tak dapat membuka pintunya.

“Ada orang disana ? Bisa bukakan aku pintu ?”
Namun tak ada jawaban. Reta mengetuk pintu itu ,
“Tolong aku terjebak disini ! Tolong bukain pintunya !”
Tetap tak ada jawaban.
Kini ia duduk membelakangi pintu tersebut. Menyerah dan pasrah.

***
“Aduuuh… Pusing banget….”, Reta baru terbangun dari tidurnya.
Ya ampun ternyata tadi mimpi, pikirnya.
“Reta kamu sudah bangun ?”, Mama Reta membelai rambutnya.
“Jangan bangun dulu…”,
Mama mengambil mangkuk di meja disamping tempat tidur Reta.

“Nih, Mama buatin bubur buat kamu… Mama suapin ya..”
“Ngga usah, Ma, aku ngga laper..”
“Kalau kamu ga makan nanti ngga cepet sembuh..”

Terdengar suara pintu diketuk, “Permisi, Tante…..”
Reta agak terkejut karena suara itu sama sekali tak asing baginya.
“Oh Rifko, silahkan masuk…..”

“Ini Tante, saya bawa buah – buahan buat Reta..”
“Terima kasih ya, Rifko. Ya ampun sampai repot – repot bawa buah - buahan.. Oh iya, Tante mau ke rumah dulu sebentar. Kamu bisa jaga Reta disini ? Maaf ya Rifko jadi merepotkan kamu..”
“Tak perlu sungkan, Tante. Saya banyak waktu luang, kok…”

Mama Reta pun keluar dari kamar. Kini tinggal Reta dan Rifko berdua.

~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar