Reta menoleh kebelakang, “Oh, hai Zaki…”
“Hmm… Kamu mau kemana ?”
“Ke perpustakaan… Memangnya kenapa ?”
“Bisa bicara sebentar ? Aku mau ngomong sesuatu..”
Perpustakaan begitu sepi. Di pojok ruangan, Reta duduk berhadapan dengan Zaki. Raut wajah Zaki tampak sangat serius.
“Jadi begini..... Waktunya sebentar lagi..”
“Waktu ? Waktu apa, kak ?”
“Itu sangat sulit dijelaskan…Yang pasti cuma satu pesanku, selesaikan urusanmu dan lakukan hal yang ingin kamu lakukan segera sebelum terlambat…”
Reta termenung sesaat. Ia sama sekali tidak mengerti apa maksud dari kata – kata Zaki.
“Urusan apa , Kak ? Dan apa yang harus kulakukan ?”
“Cuma kamu yang tahu jawabannya. Bunga sakura hanya mekar di musim semi…”
Reta semakin tidak mengerti. Entah kemana arah pembicaraan sebenarnya.
“Sssstt… Hoi Reta !”, Sella memanggilnya dengan agak berbisik.
“Ada apa, Sel ? Bersinar amat…”,
Sella mengambil tempat duduk yang berada di hadapan Reta.
“Loh, kok…..”, Reta menoleh ke kiri dan kanan.
“Kenapa, Ret ?”
“Hmm… Ngga kenapa – napa…”,
Lagi – lagi dia menghilang, gumam Reta….
“By the way kenapa tuh muka lu bersinar – sinar? Silau tau… Hahhahahaha.. ”
“Mo tauuuuu ajaaaa….”
“Wah jangan – jangan abis mojok sama Johan ya….”
“Ha ? Apa tadi loe bilang ? Ulangi !”,
“Sella abis mojok sama Johan yaaaaaaaaa ?”, Reta menahan tawa.
Ujung - ujungnya satu jitakan mendarat di kepala Reta.
“Aduuuh sakkiiiiiit….”, suara Reta terdengar agak keras.
“Reta ! Sella ! Kalau bercanda diluar saja ! Ini perpustakaan !”, kak Elina nampak agak kesal karena ada suara ribut sementara Ia sedang serius baca Koran..
Bel tanda berakhir istirahat pun berbunyi. Reta dan Sella pun kembali ke kelas, tentunya setelah meminta maaf pada Kak Elina.
Malam, pk. 22.00
Reta tidur – tiduran sambil memandang langit – langit kamarnya.
Pikirannya menerobos jauh. Kata – kata Zaki saat di perpustakaan begitu membingungkan.
Ia harus menyelesaikan urusannya dan melakukan hal yang ingin ia lakukan.
Sesuatu yang menyesakkan tiba – tiba datang. Ia merasa ada sesuatu yang membuatnya begitu tertekan akhir – akhir ini. Sesuatu yang harus dituntaskan, seperti ulangan yang di remedial.
“Oh iya !”, Reta bangkit dari tempat tidurnya.
“Aku tahu apa yang harus kulakukan besok. Tak bisa ditunda dan tidak ada siaran ulangnya.”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar