Bel tanda istirahat selesai berbunyi.
Reta masuk ke kelas dan duduk di tempatnya yang berada dibelakang Sella.
Ia kebingungan melihat Sella yang tampak diam dengan wajah yang setengah bengong.
Sella memang pendiam, namun diamnya kali ini berbeda.
Wajahnya tampak sendu, sepertinya sedang ada masalah.
Tak lama kemudian, Bu Intan masuk ke dalam kelas dan membagikan hasil nilai test matematika dengan cara memanggil murid satu per satu .
“Reta….”, Reta maju ke depan kelas dan menerima kertas ulangan .
“Sella…”, Sella masih terdiam dibangkunya, matanya menerawang jauh .
Bu Intan memanggil nama Sella lagi, namun Sella masih tetap dalam dunianya hingga Reta yang duduk dibelakang mengguncangkan bangkunya.
Sella berdiri secara spontan , “Hah ? Kenapa ?”, serunya .
“Ini hasil test matematika kemarin.”, Bu Intan menunjukkan kertas ulangan.
Sella mengambil kertas tersebut dari tangan Bu Intan , lalu kembali ke tempat duduknya dengan lesu . Reta mengintip nilai ditangan Sella, 50 .
Perasaannya benar . Nampaknya Sella sedang dalam masalah .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Istirahat kedua, Reta berniat ke perpustakaan .
Siang itu suasana sekolah tampak ramai .
Beberapa anak bermain bola basket dan murid kelas 1 tampak berlari – larian di koridor sekolah .
Ketika Ia membuka pintu , tampak Rifko sedang menulis dibuku daftar kehadiran .
Sesaat Rifko melirik kearah pintu.
Mata mereka bertemu, namun Rifko langsung membuang muka .
Matanya tak berani menatap Reta lebih lama lagi .
Degh…..
Jantung Reta tak beraturan .
Kemudian Reta menutup pintu, membatalkan niatnya membaca buku .
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Esoknya, Reta datang pagi – pagi sekali .
Ia berjalan perlahan hingga tak terdengar suara dentuman sepatu .
Setelah tiba di lantai atas, Ia menghampiri salah satu jendela kelas Mona . mengintip kelas tersebut . Terlihat seorang gadis berambut panjang sedang memasukkan sesuatu kedalam minuman . Jantung Reta berdegup kencang . Gawat ! Seru Reta dalam hati .
Ia berlari menuju lantai bawah untuk mencegat Mona sebelum terlambat .
Tanpa disadari, yang berada dalam kelas melihat keluar karena suara yang berisik .
“Anak itu”, gumamnya, “Jangan sampai dia tahu rencana ini ….”
Reta berlari kebawah . Karena tak memperhatikan jalan, Ia menabrak seseorang .
“Eh, ma……..af….”, Reta setengah melongo menatap perempuan cantik dihadapannya.
Rambutnya sebahu , wajahnya imut sekali .
Ditambah lagi lesung pipit di senyumnya ….
Karina ………..
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar