Kamis, 04 Juni 2009

Wind of Time - 2

Pk 14.00, di rumah Reta

Setelah sampai di rumah, Reta segera ke dapur, mengambil gelas plastik lalu mengisinya dengan air. Diletakkannya bunga melati yang diberikan oleh cowok misterius tadi kedalam gelas itu. Siapa, sih, cowok tadi…. Bikin penasaran aja.. Lalu buat apa dia kasih bunga melati ini? Tanya Reta dalam hati.

Pk 20.00, dikamar Reta

Malam yang begitu sepi. Orang tua dan adik – adik Reta sedang pergi ke mall. Reta menolak untuk ikut. Sekarang ia duduk di depan meja belajarnya sambil memandangi bunga melati. Ia jadi teringat saat kelas 1 SD, masa – masa itu sangat membuatnya tersiksa.. Entah ada angin dari mana yang membuatnya merasa sangat tenang dan memejamkan mata............

“Heh cewek ga tau diri ! Sini lu !” Panggil Kanna dan Etha, dua anak yang memusuhi Reta saat kelas 1 SD.
Reta terkejut mendengar panggilan itu lalu membuka matanya. Kemudian Etha menarik tangannya.

‘Loh, kok?’ Reta melihat sekeliling, ‘Ini , kan, kelasku dulu pas kelas 1 SD, tata ruang kelasnya juga sama seperti dulu.. Masih pakai papan hitam, lagi…”

Reta benar – benar bingung. Situasinya persis seperti saat Kanna dan Etha, dua cewek yang paling sok se-angkatannya waktu SD dulu, mendorongnya hingga jatuh. Tiba – tiba kejadian mengesalkan ini terulang lagi, tapi kok bisa?! Atau ini hanya mimpi ? Reta masih tetap berpikir sementara Kanna dan Etha memandangnya dengan sinis.

“Heh anak mami, lu pikir dengan ngata – ngatain kita masalah akan selesai? Enggak ! Lu dalam masalah besar sekarang!” Reta berusaha mencerna kata – kata Kanna. Kapan aku ngatain mereka? Apa dua anak ini pikirannya ga beres?

“Dengan mudahnya lu bilang kita ini kecentilan dan suka marah – marah ga jelas ?! Mau lu apa, hah ???!!!!!! DASAR GA TAU DIRI !!!” Etha berteriak lalu mendorong Reta hingga jatuh.
Reta terdiam. Tentu saja ia sakit hati diperlakukan seperti itu. Matanya berkaca – kaca.
Kanna dan Etha semakin menjadi – jadi.

“Dasar cengeng, nangis mulu kerjaannya. Nanti pasti ngadu ka mamanya, bilang abis dimarahin. Dasar anak mami !” Kanna mengejek – ngejek,
“anak mami ! anak mami! Hahahahaha!”
Teman – teman sekelas Reta menertawainya, Kanna dan Etha pun semakin menjadi – jadi.

~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar