Reta kemudian mengangkat telpon tersebut.
“Selamat malam” suara ini... Pasti dari cowok misterius tadi ! Pikir Reta.
Siapa, sih, dia? Kalo nelpon pake private number. Tapi kalo denger suara dia tuh, perasaan jadi tenaaaaang banget.
“Selamat malam” jawab Reta ragu – ragu. “Maaf ini siapa?”
“Nadanya formal sekali ya… Hahaha… Santai aja lagi..”
Hweleh gimana mau santai.. Batin Reta. Kan takut!
“Hmm.. Kamu yang tadi siang, ya?”
“Hahaha.. Iya lah.. Bagaimna hari ini? Menyenangkan?”
“Yah, lumayan.. Membuatku lebih lega..” jawab Reta, ” Tapi kamu tau darimana nomer HPku?”
“Ada deh..”
Arrrrggggghhhhhh… Reta mulai geram, bener – bener penasaran.
“Aku masih bingung, kamu tau nomer HPku darimana? Dan kenapa kamu telpon aku pake private number? Terus kenapa kamu kasih aku bunga melati?”
“Hm.. Soal itu, gue ga bisa cerita, karena cepat atau lambat kamu pasti akan tau juga..”
Kemudian sambungan terputus.
“Halo? Halo? Yee dimatiin lagi… Kurang ajibbbb” gumam Reta.
‘Bener – bener hari yang aneh. Tadi siang ada cowok misterius yang kasih bunga melati. Aku kembali ke masa SD yang suram dan melawan si duo – sok . Lalu barusan tuh cowok telpon lagi, pas aku nanya tentang bunga melati, malah ditutup telponnya. Siapa sih dia?’ Reta berpikir keras, lalu dia teringat buku psikologi yang diberikan mamanya.
Ia membaca beberapa halaman dan mendapat ide brilliant.
Akhirnya ia memutuskan untuk tidur.
Dan untuk pertama kali, dia bisa tidur nyenyak….
Dalam tidurnya ia mendengar suara cowok yang sangat halus.
Muka cowok itu samar – samar, dia tak dapat melihat wajah cowok itu dengan jelas.
Tapi Reta menyukai suaranya yang jernih.
Besenandung dengan iringan petikan gitar yang mengalun indah.
Namun mengapa lagu itu…
Terdengar amat menyedihkan?
~~~~~~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar