Kamis, 04 Juni 2009

Wind of Time - 5

15 Juli 2009, pk 06..15, di sekolah
Hari ini Reta sangat berbeda dibanding hari – hari sebelumnya. Wajah Reta terlihat lebih ceria, ia seperti mendapatkan hidupnya kembali. Saat memasuki gedung sekolah dan berjalan di koridor lantai bawah, Reta sangat terkejut melihat tanaman di pojok lapangan.
Itu kan bunga melati ! Padahal sebelumnya tak ada. Siapa yang tanam bunga itu?

Karena penasaran, Reta menghampiri pot bunga itu. Di salah satu tangkainya, ada kertas bertuliskan namanya ! Sungguh aneh.
Tiba – tiba angin berhembus pelan dan menenangkan lagi hatinya. Reta melirik ke koridor lantai dua, dan dia melihat cowok itu, yang kemarin kasih bunga melati !
Cowok itu tersenyum kepada Reta. Reta lalu berlari ke lantai atas.

Aku pasti akan segera tau siapa kamu ! serunya dalam hati.

Namun sesampainya di koridor lantai 2, cowok misterius itu udah ga ada.
Waduh ?! Kemana dia? Reta kebingungan. Celinguk kiri kanan tapi ga ada. Akhirnya Reta berbicara sendiri , entah pada siapa..

“Hoi, siapapun kamu, aku mau bicara sama kamu, aku hanya mau berterima kasih atas bunga yang kamu berikan kemarin, bunganya bagus, aku suka. Keluarlah, aku mau bicara!”

Tiba – tiba cowok itu muncul dibelakang Reta, bersender tembok sambil melipat tangannya. Gayanya cool abisssss….. Reta tak sanggup menatap wajah cowok itu dan bingung mau berkata apalagi.

“Te…. Terima kasih….” Reta menundukkan kepala.
Cowok itu kemudian tersenyum, mengibaskan tangannya dan angin semilir yang menenangkan itu kembali datang. Reta mengangkat kepalanya, dan………

Sekarang Reta sedang berdiri diantara kerumunan anak – anak ….. kelas 1 ???
Ia merasa pernah mengalami kejadian ini..
Suasana yang sama sekali tidak asing… 1 setengah tahun yang lalu…..
Dimana untuk pertama kalinya ia merasakan sakit yang luar biasa..

Perasaan menyiksa itu pun kembali menyelimuti dirinya, namun ia berusaha untuk tegar..
Luka lamanya tak pernah bisa disembuhkan……….
Saat melihat mereka berdua mengobrol ……..

Reta tak sanggup melihat kedepan. Ia hanya bisa berusaha menahan air matanya.
Kepalanya menunduk, bibirnya terkatup rapat…

~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar