Reta menahan air matanya, ‘Aku bukan anak yang tidak tahu diri, aku nggak cengeng dan aku bukan anak mami !’
Bel tanda istirahat telah selesai kemudian berbunyi,
“Udah ah, udah bel. baris, yuk, Tha” ujar Kanna,
“Capek ati gue ngurusin si anak mami.”
“Yuk.” balas Etha. Mereka kemudian berbalik badan, tanpa mereka ketahui, Reta bangkit lalu mendorong mereka hingga jatuh.
“Kalian lebih ga tau diri ! Menuduhku ngata – ngatain kalian, padahal ngomongin kalian pun aku ga pernah! Bukankah kalian yang justru menjelek – jelekkan dan memusuhiku !? Apa mau kalian ?!”
Kanna dan Etha terkejut karena Reta berani mendorong dan melawan mereka, padahal biasanya Reta menangis dan selalu pasrah pada tindakan mereka.
“Udah berani ngelawan lu ya sekarang !” Kanna mulai emosi. Kemudian duo cewek yang sok itu berdiri dan mulai menjambak rambut Reta yang dikepang. Reta kemudian membalas memukul mereka.
Kelas menjadi sangat ramai oleh sorakan anak – anak. Tak lama kemudian Reta mendengar ada yang memanggilnya……
“Reta… Reta… Kamu ketiduran ?” Mama menyentuh bahu Reta.
Reta terbangun. Oh ternyata tadi cuma mimpi.. Tapi kok rasanya kayak beneran ya? Aneh… Batinnya dalam hati.
“Nih, mama beliin buku, dibaca ya.” Mama meletakkan sebuah buku dalam bungkusan plastik, lalu meninggalkan Reta yang masih termenung bingung.
Tadi ia kembali ke masa – masa kelas 1 SD, saat Etha mendorongnya hingga jatuh. Dulu dia didorong hingga jatuh lalu menangis. Saat itu dia menanggung malu yang luar biasa. Semua teman – teman seangkatannya mengejeknya habis – habisan dan menjadikannya bulan – bulanan. Biasanya saat mengingat itu, perasaannya menjadi sedih.
Namun setelah mengalami reka ulang lagi, rasanya ia menjadi lega karena berhasil melawan mereka.
Daripada pusing – pusing, mending baca buku aja, ah… pikir Reta. Kemudian ia mengambil bungkusan yang diberikan mamanya dan membaca sampul buku bertuliskan DUNIA PSIKOLOGI.
Dibuka olehnya plastik yang menyelimuti buku tersebut.
Dia melihat – lihat acak halaman yang ada. Baru beberapa kalimat ia baca, tiba – tiba handphonenya berdering.
Lagi – lagi private number.
“Haduh, siapa lagi, sih, nih…..” gumam Reta…..
~~~~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar