Kamis, 04 Juni 2009

Wind of Time - 6

“Kak…. Bangun kak… kakak masih hidup, kan?”
Reta membuka matanya, melihat sekitar.
Lorong masih sepi, seorang cowok berlutut disampingnya.

“Kamu siapa? Kok ada disini?” Tanya Reta.
“Saya Rifko. Tadi waktu mau ke kelas saya lihat kakak duduk di lantai sambil menundukkan kepala. Saya pikir kakak sakit”
“Oh, saya ngga kenapa – kenapa, kok, saya masih sehat walafiat. Terima kasih, ya, saya mau ke kelas dulu. Permisi…”

Reta bangkit dan tersenyum pada Rifko, lalu berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai bawah. Kepalanya terasa pusing, hatinya seperti tersayat kembali mengingat kejadian barusan.

Rifko menatap sosok Reta dari jauh. Matanya tak lepas dari Reta.
“Gadis yang manis….” pikirnya, dan ia pun kembali ke kelas.

Pk. 08.45, pelajaran Matematika.

Reta menghela nafas. Pikirannya melayang jauh.
Ia tidak konsentrasi pada pelajaran Matematika yang disampaikan Bu Intan..
Sejak bertemu cowok misterius itu, ia bisa kembali ke masa lalunya.
Masa lalu yang mengorek luka lamanya. Saat angin yang menenangkan itu berhembus, tiba – tiba dia berada pada waktu – waktu yang dulu menyiksanya.
Detik – detik yang menorehkan sebuah penyesalan tiada akhir.

Reta memainkan pulpen di tangan. Pandangannya menerawang.
Tanpa disadari, Bu Intan memperhatikannya.

“Reta..” Bu Intan menegur perlahan, namun Reta nampaknya tak mendengar karena sudah jatuh dalam pikirannya.
Kemudian Bu Intan menyentuh bahu Reta, “Reta..”
“Eh, kenapa, Bu?” Reta agak gelagapan.
“Reta, kamu kenapa? Kelihatannya lemas sekali, kamu sedang sakit?”
“Ehm.. Enggak , kok, Bu..” Reta tersenyum walaupun agak dipaksakan.

Kriiiiiiiiiiing…………..
Bel tanda istirahat pun berbunyi. Teman – teman sekelas Reta sudah berhamburan keluar kelas. Reta masih duduk di kursinya. Rasanya berat untuk berdiri.

“Reta…..” seseorang memanggilnya. Reta menengok kearah pintu. Seorang cowok berpakaian putih abu – abu tersenyum, bersender di pintu kelas sambil melipat tangannya.
Spontan Reta langsung berdiri lalu berlari ke depan kelas, “Heiii…. Tunggu !

Namun didepan kelas, Ia tak melihat siapa – siapa. Misterius amat, sih dia, gumamnya.
‘Ke perpustakaan aja ah, barangkali ada dia disitu..’ Reta berbalik badan namun tak sengaja ia menabrak seseorang…………….

~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar