Kamis, 02 Juli 2009

Wind of Time - 12

Reta teringat sesuatu yang ingin ia tanyakan pada cowok misterius itu.
“Hmm…… Aku boleh tau nama kamu?” Reta bertanya dengan agak hati – hati..
“Hahaha jadi mau tau nih.” Cowok disebrang sana malah tertawa.
“Aduh serius, aku cuma mau tau nama kamu.. ” si cowok berhenti tertawa.
“Oh… Oke… Tapi kalau udah tau jangan marah yaa…”, hening beberapa detik..
Cowok disebrang sana berpikir keras apakah ia bisa memberitahukan namanya.
Namun instingnya mengatakan bahwa Reta gadis yang baik.

” Nama gue Zaki.”

“Oh… Kak Zaki yah” Reta bingung mau ngomong apa lagi.
“Kak Zaki? Ga enak banget pake ‘kak’……. Panggil Zaki aja..”
“Owh.. Oke deh… Zaki…” tiba – tiba sambungan terputus.
“Halo… Halo… ? Huh.. Terputus….”, Reta meletakkan handphone-nya.

Namanya Zaki. Reta ingin tahu identitas Zaki.
Tinggal dimana, kapan lahirnya, sekolah dimana, kelas berapa, dan lain – lain.
Tapi…. Bagaimana caranya?
Reta terus berpikir dan berpikir keras. Ia jadi teringat bunga melati.
Sudah 2 hari tak terurus. Reta langsung menghampiri meja belajarnya untuk melihat gelas plastik di mejanya.

“Pfiuh.. Untunglah tidak layu..” Reta menghela nafas lega.
Bunga melati tersebut terlihat segar. Akarnya sudah bermunculan.
“Besok akan kutanam di pot depan.”

17 Juli 2009, pk. 05.30, teras rumah.

Tangan kanan Reta menggenggam sekop dan tangan kirinya ada alat penyiram tanaman.
“Tumbuhlah dan berbungalah yang banyak. Kamu bunga yang sangat indah.”

Angin berhembus perlahan. Fajar hendak menyingsing.
Embun pagi menggantung di dedaunan.

Reta tersenyum. Ia meletakkan sekop dan alat penyiramnya, lalu berjalan ke kamar mandi.

Pk. 05.55, dikamar Reta

Reta sudah siap. Ia sudah mengenakan seragam lengkap dengan dasi dan ikat pinggangnya.
Kemudian ia duduk di bangku meja belajarnya, memeriksa apa ada barang tertinggal.

Anehnya, ada foto kelas Reta dan teman – temannya pada tahun 2007.
Foto bersama saat kelas 6 SD. Padahal foto itu sudah disimpan di gudang.
“Kok bisa ada disini, ya?”, Reta duduk termenung.
“Foto kelas kan dulu tiap setahun sekali…..” gumamnya.
Reta memperhatikan foto terakhir dan satu – satunya saat dia kelas 6.

Oh iya ! Reta berdiri spontan dari bangkunya.
“Sekarang aku tau harus kemana mencarinya..”

Dan iapun bergegas pergi ke sekolah……..

~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar