Kamis, 02 Juli 2009

Wind of Time - 19

Sebulan telah berlalu. Sejak malam itu Reta dan Rifko menjadi sangat akrab. Setiap kali bertemu selalu menyapa. Kalau ada perlu juga saling membantu.
Rifko juga sering memperhatikan Reta dari jauh, bahkan kadang pandangan mereka berdua mereka bertemu sampai Rifko mati gaya sendiri.

11 September, Pk. 06.26, disekolah

Reta baru saja tiba di sekolah. Dengan langkah ringan ia berjalan menuju kelasnya.
Ia melihat Mona dan Ferika sedang ngobrol berdua di pinggir koridor.
Reta menyapa Mona, namun Mona malah buang muka.
Dengan bingung Reta pun berlalu menuju kelasnya.
Angin bertiup pelan dan daun – daun berguguran.

Didekat tangga , ia bertemu dengan Rifko dan kawan sekelasnya, Alex.
“Pagi, Reta…..”, sapa Rifko.
“Pagi…..”, Reta menjawab sambil tersenyum.
Setelah Reta masuk ke kelasnya, Alex mulai mengganggu Rifko,

“Cieee…. Piwid.. piwid…”,
“Apa, sih, Lex.. Pagi – pagi berisik aja lo….”
“Yang pandangan pertama ni yeee…. Hahahaha….”
Rifko berjalan meninggalkan Alex yang tertawa - tawa. Ia sendiri sebenarnya bingung.
Apakah ia memang menyukai Reta ?

Pk.09.03, istirahat 1

Reta bertemu lagi dengan Mona. Namun Mona tampak tidak peduli dengannya. Ia tampak sibuk mengobrol dengan Ferika dan kawan – kawannya.
Akhirnya Reta dan Sella pergi ke kantin berdua.

“Aku bingung sama Mona, dia kenapa, ya? Kok jadi kayak gitu…”
“Dia lagi kesel sama loe….”, jawab Sella.
“Lho? Memang kenapa?”
“Katanya loe menjelek – jelekkan dia….”

Reta tertegun. Ia merasa tidak pernah menjelek – jelekkan siapapun,
“Kok bisa begitu, sih? Aku ga pernah jelek – jelekkin dia.”
“Entahlah. Dia yang bilang kayak gitu ke gue.”

Ia pun terdiam. Siapa yang memfitnahnya?

Pk.11.18, istirahat 2

Reta dan Sella hendak membahas masalah menganai Mona. Mereka berunding memikirkan tempat yang aman, dan akhirmya memilih perpustakaan.
Namun Sella mendapat panggilan alam hingga harus ke WC, sehingga Reta pergi duluan ke perpustakaan.
Baru saja Reta hendak membuka pintu perpustakaan, mendadak angin berhembus perlahan. Dan saat melangkahkan kakinya, ia tersandung sesuatu………



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar