Sandy dan Lulu berjalan berdua di lorong depan kelas Reta.
Angin berhembus perlahan, menenangkan hati Reta. Reta mencoba bertahan.
Sesakit dan sehancur apapun hatinya, ia tetap berusaha untuk tersenyum.
Reta lewat dan menyapa mereka, “Hai …. Have nice day yahhh….”
Ia mengeluarkan senyum termanisnya.
“Have nice day juga..”, Lulu membalas sapaannya.
Sandy hanya tersenyum.
Reta berlalu. Dibalik punggungnya ia menangis.
Memikul rasa sakit yang ada. Kepalanya menunduk dalam.
Namun semakin jauh langkahnya, justru ia merasa semakin lega.
Tanpa sadar ia menabrak seseorang.
“Ret, loe gapapa?”, Reta mengangkat kepalanya. Sella terlihat agak khawatir.
“Oh gapapa, kok. Ayo jadi berangkat, ga? Mona kemana?”, Reta menoleh kebelakang,
Sandy dan Lulu sudah tidak ada. Kemana mereka? Pikirnya.
“Jadi, kok. Tuh Mona…”, mata Sella mengisyaratkan tempat Mona berdiri.
Di depan perpustakaan , Mona dan Ferika nampak sedang berbicara.
Tak lama kemudian, Mona menghampiri Reta dan Sella.
“Ayo jalan sekarang.”
Mereka bertiga akhirnya meninggalkan sekolah.
Sesampainya di mall, mereka makan siang, lalu melanjutkan ke TGA.
Sepanjang perjalanan mereka seperti sahabat, seakan - akan sudah akrab sekali.
Padahal sebelumnya mereka tak pernah bersama – sama seperti ini.
Mona lebih sering bersama teman – temannya yang gaul.
Narsis, suka ngegosip, selalu tau informasi dan isu – isu terbaru.
Sering jalan – jalan ke mall dan suka ngerumpi tentang cowok.
Beberapa diantaranya bahkan sudah ada yang punya pacar atau pernah pacaran.
Sella pendiam dan selalu sendirian. Tipe yang hampir mirip seperti Reta.
Ia termasuk pandai bahasa Inggris walaupun tidak dapat menyaingi teman sekelasnya yang paling pintar.
Sejak saat itu mereka bertiga bersahabat dan semakin dekat.
17 Agustus, Pk.06.30, di sekolah
Upacara HUT RI akan dilaksanakan. Para anggota OSIS sibuk mondar mandir mempersiapkan perlengkapan upacara. Reta baru sampai saat Mona sedang termenung duduk di koridor sekolah.
“Pagi, Mon..”
“Pagi juga..”, Mona tersenyum.
“Kelihatannya murung banget. Ada masalah?”
“Ah nggak kok, ga ada apa – apa.”
Namun Reta merasa Mona tidak seperti biasanya.
Mendadak angin berhembus kencang dan daun – daun berguguran.
Reta menoleh ke belakangnya.
Suasana sekolah berubah menjadi sepi dan matahari berada di kepala.
Dipojok koridor terlihat sepasang perempuan dan laki – laki.
Nampaknya sedang bertengkar……….
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar